Selasa, 03 Mei 2011

Pengamatan Lapangan (SMMA) :D

Sekitar pukul 18.00 WIB kami (aku, Dewi, Ari dan Ulfah) sampai di SMMA, dengan PD-nya kita masuk tiba-tiba Dewi yang paling depan lari jadi mau ga mau yang di belakang lari semua. "Kok lari Wi ?", "gelap banget", ternyata di dalam itu belum ada siapa-siapa. Akhirnya kami mutusin buat nunggu di luar sampai ada yang dateng. Lebih kurang setengah jam kita nunggu di luar udah gatau kayak apa diliatin sama orang-orang yang lewat, sampai tiba-tiba ada taksi yang berhenti di situ terus turun seorang laki-laki, ternyata dia mahasiswa dari IPB yang ikut acara kayak kami juga. 

Alhamdulillah kita bisa masuk ke dalam juga bareng sama kakak yang dari IPB itu. Aku gatau deh kalo ga ada dia kami mau masuk kapan hehehe (penakut padahal rame2) makasi yaa kak :D. Begitu sampai dalam....................WOW banget, kami disambut MERIAH sama nyamuk-nyamuk yang ada di sana, nyamuknya ganjen-ganjen banget, main keroyokan pula. Sambil nunggu yang lain dateng kita cuma makan sambil ngobrol sedikit sama kak Second/kak Seken (gatau tulisannya gimana, maaf ya kak) ternyata dia itu yang ngasi tau kami tentang herpet. Beberapa lamaaaa kemudian yang lain dateng, setelah itu kami dijelaskan tentang apa itu herpet dan macam-macamnya. 

Sekitar pukul 20.15 WIB kami keluar untuk mencari herpet, karna yang ikut cukup banyak jadinya dibagi 2 kelompok. Aku bareng-bareng sama dewi, Ari, Ulfah, kak Cecil, Akbar, Ayub (itu aja kalo ga salah, kalo ada yang ga kesebut maaf yaa) jalan ke arah kiri dari SMMA. Sepanjang jalan kenangan, loh ?! kita nemuin lumayan banyak kodok sama katak, si pawang (Akbar) gesit banget nangkepin kodoknya, 1,2,3,.... dst kodok2 terkumpul. Setelah kami rasa cukup dan memang ga nemuin kodok lagi kami kembali ke SMMA. Ternyata kelompok yang satu lagi mereka menemukan kura-kura yang lumayan besar, waah asik banget yaa.

Gekko gecko salah satu kelompok herpet di SMMA


Terus semua kodok2 dikumpulin dan kak Second/kak Seken ngasi kita penjelasan tentang kodok dan katak yang udah kita tangkap tadi, banyak juga ya jenisnya. Setelah selesai kami semua nungguin makan malem yang udah berubah jadi makan sahur hahaha, abis makannya selesai kami semua tidur (ditidur-tidurin mungkin lebih tepatnya). Sampai kita mau tidur aja itu nyamuuuk masi ngeroyok jahat banget deh gangguin kita istirahat, nungguin pules lamaaa benget, eh sekalinya udah pules beberapa jam kemudian aku bangun (jam 3 kalo ga salah) kali ini bukan gara-gara nyamuk, tapi karna dehidrasi, aku ga tau mau cari minum di mana. Akhirnya aku usahaaaa lagi buat tidur, miring kanan, miring kiri, geser kanan, geser kiri gaaa bisa tidur juga sampai pagi. 

Bangun-bangun, bersih-bersih terus sarapan sambil ada sedikit penjelasan dari kak Agnes sama kak Eby tentang burung. Setelah itu kita pengamatan lapangan. Aku, Dewi, Ulfah, sama Akbar milih pengamatan ekosistem yang dibimbing sama kak Eby. Jalaaan jalaaan sambil ngamatin ekosistem yang ada di sana. Aku dapat cukup banyak pengetahuan yang belum pernah aku tau sebelumnya, salah satunya spesies alien, aku sempet bingung juga awalnya (emang ada yaa spesies alien ??) ternyata setelah dijelasin sama kak Eby aku jadi tau apa itu spesies alien. 

Setelah pengamatan yang cukup menyenangkan kita bikin sejenis laporan dalam bentuk gambar untuk dipresentasikan. Terus setelah semuanya selesai kita beres-beres dan siap-siap untuk pulang. I was back home, senangnyaaaa :D. Tiba-tibaaa JENG JEEEEEEENG, aktifitas garuk menggaruk ga selesai sampai di sini, begitu sampai di rumah ternyata gatel-gatelnya malah tambah parah dan menyebar, tapi itu ga jadi masalah besar(walaupun masalah juga sebenarnya) karna ini adalah pengalaman yang OKE banget, jadi nambah pengalaman dan yang pasti nambah pengetahuan juga. Pokoknya seru deh. Makasi banyak yaaa kakak-kakak semua buat ilmunyaaaa, makasi juga buat TRASHI yang udah ngadain acara ini :D (Hanan Nabilah - volunteer TRASHI)

Monitoring Aves&Herpet

Sabtu, 30 April 2011. Sekitar pukul 18.05 kami (Afriyani, aku, Nabilah, dan Ulfah) mengarungi jalan menuju Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA). Sesampainya di sana, dengan santainya aku melenggang masuk ke dalam (baris paling depan) sambil mengucapkan “Assalamuailaikum” dengan kerasnya haha tapi pas udah masuk ck gila, zooooooooooonk sepi banget, suasana tiba-tiba jadi mencekam huuu akhirnya aku balik badan dan langsung ngibrit ke luar. Si Ari, Nabilah sama Ulfah jadi ikut-ikutan lari deh hahahahahah kita bingung mau minta temenin sama siapa untuk masuk ke SMMA nya. Akhirnya agak terpaksa nunggu kak Ichay sama yang lain di luar (cukup sabar).

Hemm piknik lah kita di pinggir jalan, snack-snack kita keluarin buat dimakan bareng-bareng haha serasa gembel -.- Awalnya jengkel juga sih, lagian nelfon kak Ichay gak diangkat-angkat, nelfon kak Cecil nomornya gak aktif :( Sampai akhirnya datang sebuah taksi biru yang berhenti tidak jauh dari tempat kami piknik ala pinggir jalan. Di taksi tersebut turun seorang anak laki-laki lalu berjalan menuju tempat kami berada. Ternyata dia adalah mahasiswa IPB yang bernama kak Seken, dia yang akan menyampaikan materi kepada kami tentang herpet.

Masuklah kita ke dalam SMMA dengan dipimpin oleh kak Seken. Pas masuk kita disambut meriah sama nyamuk-nyamuk yang enggak nanggung-nanggung banyaknya... ckck mulai deh garuk-garuk kaya orang gak mandi (padahal emang bener gak mandi) hahahaha ups...

Tiba-tiba di saat itu datang sosok yang menyeramkan membawa motor, dan Anda semua tau siapa orangnya? Pasti udah pada tau kan kalo sosok itu adalah kak Ichay hahahahah pis kak. Lalu disusul dengan kedatangan teman-teman dari SMKN 24 beserta ibu gurunya dan kak Cecil.

Sekitar pukul 19.40, kak Seken memulai penyampaian materinya kepada kita yang masing-masing pada sibuk garuk-garuk kaki, garuk-garuk muka heheee nah sekitar jam 20an kita memulai monitoring herpetnya. Kami dibagi menjadi 2 kelompok. Aku sekelompok dengan Ari, Ulfah, Nabilah, Ayub, Akbar, kak Cecil dan 2 kakak yang aku lupa namanya hehe maaf ya kak.

Gak lama kemudian ada seekor kodok atau katak (aku lupa) lagi diem di pinggir selokan akhirnya yang ahli perkodokan (Akbar) menangkap dengan cepat, HAP! Lumayan banyak loh yang kita tangkap. Setelah tidak menemukan lagi katak dan kodoknya, kita bergegas kembali ke SMMA. Kelompok yang lain ternyata sudah sampai duluan dan mereka mendapatkan seekor kura-kura loooh. Hebat yaaaa... !

Sungguh makan malam (entah makan malam atau sahur) yang amat sangat sangat amat aneh. Makannya sambil ngucek-ngucek mata, nguap, matanya udah kaya orang habis mabuk saking ngantuknya. Mungkin nelan makanannya sambil gak sadar juga kali tuh haha. Ya udah selesai makan langsung tidur. Selama tidur antara nyenyak dan gak nyenyak. Gak nyenyaknya karna 1. Nyamuk bener-bener gak ada capeknya bikin aku sibuk, 2. Bising karna suara kendaraan yang lalu lalang di luar -.- 3. Ada yang tidurnya ngorok-,- hadeeeeeh gak nahan

Biawak Varanus salvator yang ditemukan di SMMA


Minggu, 1 Mei 2011 sekitar pukul 06.00 aku dibangunin sama Ari. Aku cuci muka, sikat gigi (mandinya belum) :D terus melanjutkan monitoring aves (burung). Sebelumnya, kita diberi materi kembali oleh kak Agnes dan kak Ebi tentang ekosistem. Aku, Nabilah, Ulfah, dan Akbar lebih memilih untuk menjadi kelompok ekosistem. Sambil mendengarkan kak Ebi menjelaskan tentang ekosistem di SMMA, aku menggambarkan denah ekosistemnya.

Setelah itu kami mandi, merapihkan gambar yang dibuat tadi, terus presentasi. Setelah kegiatannya selesai semua kita bergegas untuk  pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya kami makan siang dulu di salah satu warteg di pinggir jalan tidak jauh dari pintu masuk SMMA. Selama makan di tempat itu penuh canda dan tawa karna ada suatu sinyal ketertarikan antara penjualnya (cewe) sama kak Ichay hahahah yihiy prikitiw.

Terimakasih buat kakak-kakak yang udah mau berbagi ilmu kepada kami dan terimakasih juga buat TRASHI yang sudah membuat kegiatan lapangan yang seru kayak gini walaupun kita harus membawa bentol-bentol di badan sebagai oleh-olehnya hahahahah tapi aku gak akan kapok selama kegiatan ini bermanfaat bagi aku dan untuk semua :) Hidup bentol! (Dewi Cahyani - volunteer TRASHI)

Belajar mengamati Herpet di Ragunan

Krriiiiinngg.... pagi itu tepat pukul 04.00 jam wekerku berdering nyaring sekali membangunkanku yang ketika itu sedang bermimpi indah menghadiri pernikahannya Pangeran William dan Kate Middleton di Kerajaan Inggris, belom usai acara ijab kabulnya aku sudah terbangun dari mimpi indah itu, sayang sekali ya, hehe.. padahal aku belum sempat mencicipi roti buayanya ituh, loh??? ;p

Tapi ya sudahlah tidak apa-apa, toh itu hanya mimpi justru ada acara yang lebih penting daripada pernikahan Pangeran Inggris yang aku harus hadiri pagi itu apalagi kalau bukan Monitoring Burung dan Herpetofauna di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan yang diadakan oleh Transformasi Hijau. Makanya semalam aku sengaja menyetel alarmku agar berdering pukul 4 pagi, sebelum aku bersiap-siap mandi terlebih dahulu aku aku update status di facebook berharap cuaca hari itu cerah dan menyenangkan. 

Setelah itu aku mandi dan bersiap-siap deh, dan dikarenakan aku anak tertua di rumah jadi sebelum berangkat aku diwajibkan memasak dan beres-beres rumah dulu, hmm.. semoga saja tidak terlambat. Tapi ternyata waktu untuk acara bersih-bersih dan masak-masak itu memakan waktu hingga 2 jam lebih hadoooh kebayang dong lepek lagi dah nie badan kena keringat, setelah selesai lalu aku pamit untuk berangkat menuju TKP. Ooh iya aku hampir lupa, aku kan mengajak partner bolangku Azrul Ikhwan untuk ikut kegiatan monitoring dan dia minta berangkat bareng pagi itu, alhasil aku harus jemput dia dulu ke terminal Blok M karena semalam kita janjian berangkat barengnya dari sana, tapi di luar dugaan selama perjalanan menuju Blok M ada aja masalah. Metromini yang aku tumpangi kena tilang dan aku beserta penumpang yang lainya dioper ke metromini yang lainnya. Setelah itu aku nyambung lagi naik Bus Mayasari 57 menuju Blok M dan lagi-lagi adaa aja halangan kali ini macet parah di UKI, belum lagi tiba-tiba busnya mogok dan pak sopirnya memaksa penumpang untuk tetap di dalam bus, busyet dah panas dan gerah banget kan, mana saat itu waktu udah menunjukkan pukul 9 lagi, untuk yang kesekian kalinya aku mengeluh hadoooh please deh kan janji sama teman-teman TRASHI kumpul di halte busway Ragunan jam 9 pagi, nah trus Azrul di Blok M gimana??? ckckckckk puyeng saya... Setelah hampir satu jam sauna dalam bus nungguin pak sopir selesai memperbaiki busnya akhirnya bus jalan lagi dan akhirnya pula aku sampai di Terminal Blok M jam 10.30 dan di sana aku melihat temanku sudah hampir lumutan serta dibanjiri keringaat karena menungguku berjam-jam lamanya (aduuh maaf ya zul ^.^V).

Daripada berlama-lama saling menyalahkan akhirnya kita putuskan untuk segera berangkat, sesampainya di Ragunan tenyata aku sudah ketinggalan moment untuk monitoring burung, dan rombongan saat itu sedang menuju kandang reptil. Ya sudah kita berdua putuskan untuk bertemu rombongan TRASHI di kandang reptil, setelah bertemu dengan mereka aku gak sabar untuk menanyakan apa saja yang mereka bahas ketika monitoring burung, untungnya mereka dengan senang hati menjelaskan apa aja yang mereka lakukan ketika monitoring di kandang burung, nyesel rasanya kami terlambat datang. Tapi untungnya monitoring herpet di kandang reptil tak kalah menarik dan serunya, sebelum kami semua mengamati beraneka jenis herpet di sana terlebih dahulu kami dibekali pengetahuan mengenai jenis dan ciri dari herpet itu sendiri oleh Joandini Asmoro, mahasiswi Biologi konservasi dan ilmu lingkungan Universitas Nasional, Jakarta. Dan dari dia kami mendapat pengetahuan baru tentang dunia herpet, "mengapa disebut Herpet itu dikarenakan amphibi dan reptil memiliki kesamaan yaitu sama-sama binatang melata kerena bagian bawah perut napak ketanah atau nempel"' Dia juga menjelaskan tentang perbedaan antara kodok dengan katak, ternyata yang membedakan adalah dikulitnya. Kalau katak berkulit licin dan berlendir, sedangkan kodok berkulit kasar dan berbintil-bintil. Dan katak mempunyai kaki belakang lebih panjang dibandingkan kodok, sehingga dapat melompat lebih cepat ketika sedang menghadapi bahaya.

Joandini Asmoro sedang menjelaskan beberapa gambar yang tergolong amphibi

Dan akupun baru tau kalo ternyata indonesia memiliki 16% jenis herpet yang ada di dunia, di pulau jawa sendiripun ada sekitar 128 jenis reptil dan amphibi karena Indonesia termasuk Hutan Hujan tropis maka indonesia kaya akan beragam jenis reptil serta amphibi. Selesai mendengarkan penjelasan dari fasilitator kami tadi, kami bergegas melihat dan mengamati beragam jenis reptil yang ada di ragunan.

Puas mengamati dan bertanya mengenai reptil pada Kak Agnes, Kak Ebby dan Joandini, Kak Hendrapun mengambil bagian untuk berbagi cerita mengenai segala kegiatan Transformasi Hijau (TRASHI) yang telah dilakukan 2 bulan terakhir ini mulai dari TRASH-BUSTER (Aksi Mulung Sampah) di Suaka Margasatwa Muara Angke, Donasi senyum untuk korban Radiasi Nuklir di Tohoku, Jepang (di Lapangan Museum Fatahillah)  sampai dengan Monitoing Burung dan Herpet di Ragunan ini. Setelah itu Kak Hendra pun meminta kami para volunteer TRASHI untuk sharing dan bertukar pendapat mengenai spot-spot mana yang menarik yang kira-kira cocok untuk pengamatan burung berikutnya di sekitar Jakarta, serta rencana TRASHI untuk ikut Lomba Pengamatan Burung (Bird Race) di Baluran, Jawa Timur untuk tingkat pemula serta membahas rencana apa saja yang akan TRASHI buat selanjutnya.



Setelah itu kita semua mengakhiri kegiatan kita di Ragunan saat itu dengan makan siang bersama, kemudian kami semua pulang kerumah masing-masing dengan membawa oleh-oleh pengetahun yang baru dari hasil pengamatan dan sharing di Ragunan hari itu. Sekali lagi, "Terima Kasih TRASHI" (Juliana Priscilla Dewi - volunteer TRASHI)