Tampilkan postingan dengan label Video Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Zooming In Ikan Glodok

Ikan gelodok adalah sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam suku Gobidae, anak suku Oxudercinae. Dalam bahasa Inggris disebut mudskipper. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan mangrove ketika air surut. Kebiasaan melompat di lumpur ini, dapat menjadi bukti prasejarah peralihan ikan ke amfibi. Percaya atau tidak, ikan gelodok sudah ada sejak 22,5 juta tahun yang lalu dan bertahan hingga sekarang.

Di Indonesia, ikan gelodok ditemukan oleh Harden Berg pada tahun 1935 di Sumatera dan Kalimantan dari jenis Periophtalmus sp dan sekarang telah tersebar luas di sepanjang pantai utara Jawa, segara anakan Cilacap dan Nusakambangan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku. Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35 spesies ikan gelodok di Indonesia. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Boleophthalmus, Periophthalmus dan Periophthalmodon.


Di Jakarta saat ini hanya ditemukan 2 jenis yaitu Boleophthalmus boddarti dan Periophthalmus chrysospilos. Jenis ini dapat ditemukan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk hingga ke Hutan Lindung Angke Kapuk dan hidup di antara tumpukan sampah dan bahan pencemar lain yang menumpuk di muara Jakarta. 


Rabu, 22 Februari 2012

Our Rivers, Our Life: The Friends for Rivers (Indonesia)




Berlatar di dua daerah berbeda yaitu Sumatera Utara (Medan) dan Jawa Barat (Bogor), film pendek ini mencoba mengisahkan 2 orang sahabat yang sama-sama mencintai sungai sebagai tempat tumbuh dan bermain mereka namun kini sudah banyak berubah terbawa arus industri yang dimana kini banyak pabrik dan pemukiman kumuh berjejer disepanjang sungai sehingga menyumbang banyak limbah berbahaya. Hal tersebut yang membuat dua sahabat ini saling bertukar cerita melalui surat mengenai kondisi sungai di daerah mereka masing-masing.


Banyak pesan yang bisa diambil dari film pendek yang berdurasi 10 menit 38 detik ini. Keprihatinan serta kepedulian dan kemauan untuk merubah pola pikir masyarakat inilah yang melatarbelakangi berbagai jejaring dan institusi serta LSM yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan mendukung penggarapan film ini. Sebut saja JERAMI (Jejak Ramah Bumi), RMI (The Indonesian Institute for Forest Environment), Wind Production merealisasikan konsep Nano Suratno selaku tim Produksi dalam menyelesaikan film yang berisi banyak edukasi mengenai pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan.

Dari film ini diharapkan masyarakat terbuka dan menyadari pemahaman mengenai menjaga kelestarian sungai dan semoga sungai di Indonesia bisa kembali bersih, terjaga juga terpelihara keseimbangan ekosistemnya baik biota airnya maupun daratnya. (Juliana Priscilla Dewi - Young Transformers)