Tampilkan postingan dengan label Jakarta Glue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Glue. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Wiken Ga Ke Pantai : Nimbrung di Ciliwung

by Ririn Datoek on Monday, November 21, 2011 at 10:13pm

wooyooo...

ini adalah reruntungan 'wiken ga ke pantai' nya bekpeker magang. angin barat lagi kenceng, sooo..kita cari air yang rada aman. kita merapat ke ciliwung. hehehe...menurut ulil, di ciliwung lagi ada keramaian yang pantes untuk ditengok. ini cerita singkatnyah!

hmmm, sabtu kemaren, pagi2 jem 9 teng kita udah blusukan di daerah condet. mencari titik tempat acara NIMBRUNG di CILIWUNG berlangsung. saya bercerita, beberapa tahun lalu saya pernah bikin FGD di sebuah tempat di condet. banyak puun, adem gitu...ada balai tempat warga berkumpul.  tapi, tentu saja saya lupa dimana persisnya. ;p

setelah telpon kanan kiri, nemu juga akhirnya. dan benar dugaan saya. NIMBRUNG di CILIWUNG berlangsung persis di tempat saya FGD beberapa tahun lalu. tempat ini makin rapi. senang melihatnya.

lalu, apakah Nimbrung di Ciliwung? saya diajak ulil..hmm..tentu saja, saya tak bertanya lebih dalam..karena saya tahu jawabannya..'au deh' ;p..jadi, lebih baik kita lihat saja di lapangan. tapiiii..windy, sudah membawa masker andalannya. dia berpikir jauh, siapa tahu Nimbrung di Ciliwung adalah acara bersih2 kali Ciliwung. so, masker is a must item.

ternyata, Nimbrung di Ciliwung adalah acara yang digagas oleh Jejaring Komunitas Peduli Ciliwung Jakarta yang melakukan kegiatan bersama dalam memeringati hari Pohon Sedunia. Beberapa komunitas tersebut adl: Komunitas Ciliwung Condet, Transformasi Hijau (TRASHI), Green Camp Halimun, Teens Go Green, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia, Sampoerna School of Education, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Line Magic Community. Banyak yaaaa....

pendeknya Nimbrung di Ciliwung adalah acara yang dibuat biar masyarakat tambah sadar akan pentingnya sungai untuk kehidupan kita. Jadi di acara ini ada kegiatan 'mulung sampah ciliwung', penanaman pohon, edukasi pemilahan sampah, trus ada juga pengamatan burung, de el el...de el el. pendeknya, apapun dilakukan untuk menyelamatkan ciliwung, biar jadi sungai yang lebih jernih, sehat..tempat hidup untuk banyak mahluk hidup dan memberi manfaat sebesar2nya untuk manusia. tentu saja, dengan dukungan kita semua ini bukan cita-cita yang mustahil

saya mencatat keasikan tersendiri dari Nimbrung di Ciliwung, kemarin...

  1.  ketemu teman-teman baru yang asik. mereka yang punya semangat untuk berbuat untuk orang banyak. mau tahu siapa mereka? saya kenalan sama teman2 di Green Map Indonesia. mereka ini berjuang untuk dapat memetakan jakarta. memetakan jalur transport hijau, area pedestrian yang asik di jakarta, memetakan jalur wisata, dimana ada museum..hmmm...mereka juga memetakan wilayah kota tua dan (insya Alloh) memetakan kuliner jakarta yaaa...Aamiinnn
  2. kami berkesempatan naik perahu menyusuri sungai ciliwung..uhuuyyyy....terima kasih ya kak ady!
  3. bermain ke condet melempar ingatan saya ke 20an tahun lalu saat saya jadi penghuni tetap kebun apotek hidup mbah mangun. nyaris tiap hari saya aktif jadi pemungut biji sawo kecil dan asem jawa. di apotek hidup mbah mangun tanpa sengaja saya belajar berbagai jenis tanaman obat. hmmm...di condet, saya kembali mengingat seperti apa rupa pohon sawo kecik...lalu saya juga melihat pohon salak condet, lobi-lobi dan pohon langka lainnya...
  4. akhirnya main lumpur lagi!...whoaaaaa...terakhir main lumpur tuh di P. Sempu beberapa tahun lalu. jadi pas kemaren ketemu lumpur, rasanya gimana gituuu...tentu saja saya hilang keseimbangan dan bruk..jatoh! tapi di sinilah asiknya...
  5. after all...dateng ke acara2 seperti ini bawaannya selalu happy :) ..senang karena banyak teman baru, senang karena semangat positif, aura positif yang ada selalu sakses merembes. melihat semangat mba sinta, kak ady yang setia pada apa yang mereka perjuangkan...rasanya jadi malu ati...sudah berbuat apa saya buat negeri ini?

lalu kalimat sakti itu terngiang-ngiang lagi dan lagi...'sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama dan lingkungannya....

thanks teman-teman..untuk minggu asik kemarin ini. :)



 selamat datang di kawasan ciliwung
 dongeng

 kenalan duluuu

Foto - foto lengkapnya ada di sini

Selasa, 15 November 2011

Nimbrung di Ciliwung: Berkumpul, Bermain, Bercerita, Berkreasi dan Belajar di Ciliwung


Gak melulu Sungai Ciliwung itu kita nilai dari sampahnya atau bahkan bau dan coklat pekat warna airnya. Tahukah kalian dahulu Ciliwung merupakan sungai yg indah dan jernih karena kecerobohan dan sikap gak peduli kitalah yg membuat ia tak secantik dulu lagi :(

Naah dalam rangka menyambut Hari Pohon tanggal 21 November nanti, Komunitas Ciliwung Condet, Transformasi Hijau (TRASHI), Teens Go Green (TGG), Green Camp Halimun, Koalisi Pemuda Hijau (KOPHI) dan masih banyak komunitas lainnya yang bergabung serta mendukung terlaksananya kegiatan ini, kami semua akan kembali mengangkat Ciliwung sebagai tempat alternatif lain dalam berwisata dengan tema "Nimbrung di Ciliwung." Acara ini akan berlangsung seharian penuh pada tanggal 20 November 2011.

Jangan salah lho, kegiatan ini bakalan jadi seru banget karena banyak komunitas yang akan unjuk gigi dengan ide- ide segarnya untuk memeriahkan acara pada hari itu, beberapa bocoranya sih emmm.. Kasih tau gak ya??? Hehe.. bakalan ada pertunjukan sulap, Nah lho.. !! Kok bisa ya??

Makanya jangan ragu lagi dukung kami dengan mengganti Foto Profile FB, Twitter, Myspace, Blog ataupun jejaring sosial kalian ini dengan foto yang aku lampirkan di tulisanku ini.

Kalian juga bisa dukung kami dengan datang saat kegiatan ini berlangsung, yaitu pada :
Hari, tanggal      : Minggu, 20 November 2011
Waktu               : Pukul 07.00 – 17.00 WIB
Lokasi               : Jl. Munggang Condet, Balekambang, Jakarta Timur.

So, Jangan sampai kelewatan ya, pokoknya habis baca tulisanku ini buru-buru deh cari kalender, atau pasang reminder di handphone kalian masing- masing dan tandai tanggal 20 november nanti sebagai hari penting yang wajib, kudu, musti, harus diinget dan jangan sampai gak dateng karena nanti acaranya bakalan seru dan edukatif dengan hiburan yang tentunya gak bakal habis- habis, dan Insya Allah gak memproduksi sampah karena disana bakalan ada Bank Sampah dan Polisi Sampah yang akan mengontrol aktivitas kalian selama disana, Jadi jangan ada yang Buang Sampah Sembarangan Yaaa !!!

Oh iya, aku kasih bocoran lagi deh..
Insya Allah klo ga ada halangan Komunitas Historia Indonesia Full (KHI) juga bakalan mengisi acara loh, yang diwakilkan oleh Kang Asep Kambali, beliau akan memutarkan film mengenai Sungai Ciliwung..
Waah kebayang duunk kita bakalan nonton layar tancep neh, jadi gak sabar pengen cepet- cepet hari minggu :p

Inget ya teman- teman Jangan Buang Sampah Sembarangan!!
Bawa tempat makan & minum sendiri agar kegiatan berwisata kita nanti ga terganggu oleh tumpukan sampah, klo masih banyak sampah bertebaran percuma juga doong kegiatan ini dibuat. Jadi mulai sekarang coba deh merubah gaya hidup teman- teman agar lebih ramah lingkungan, bisa dimulai dari hal- hal kecil kok. Karena perubahan yang kecil namun positif bisa berdampak pada masa depan lingkungan kita.

Mari bersama berdoa dan teriakkan dalam hati "SAVE OUR CILIWUNG" (lebhay dikit gpp khan)
Semoga suatu saat nanti Ciliwung bisa seindah wisata air dengan gondolanya seperti di Venesia ^_^ (Juliana Priscilla Dewi)

Sabtu, 12 November 2011

Nimbrung di Ciliwung: Menggali Potensi Wisata Tepi Sungai

Ciliwung sebagai sungai lintas propinsi yang mengalir di Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta memiliki sisi lain yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. Ciliwung banyak dikenal sebagai sungai yang kotor dan kumuh karena padatnya pemukiman penduduk di bantarannya, serta sering dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah. Selain fakta kerusakan yang dengan mudah ditemui, ternyata Ciliwung masih menyimpan potensi alam yang masih terjaga dengan baik, mulai dari keanekaragaman satwanya dan tumbuhannya.

Salah satu segmen Ciliwung yang masih terawat kondisi lingkungannya berada di Condet Balekambang. Kawasan ini ditetapkan oleh pemerintah DKI Jakarta sebagai Kawasan Cagar Budaya yang dimanfaatkan untuk tempat perlindungan salak condet. Salak condet merupakan buah asli Jakarta dan digunakan sebagai lambang kota Jakarta.

Alih fungsi lahan di bantaran Ciliwung sebagai tempat pembuangan sampah ilegal dan perumahan telah membuat lahan budidaya salak condet semakin berkurang dan hanya tersisa di kawasan Balekambang Condet saja. Potensi lingkungan ini layak untuk dipertahankan dan dijaga kelestariannya, karena selain penting bagi salak condet, beberapa satwa yang identik dengan bantaran sungai seperti burung air, monyet dan biawak masih dapat ditemui dengan mudah di kawasan ini.

Upaya penyelamatan ini tentu membutuhkan dukungan dan kepedulian dari semua pihak. Oleh karena itu dalam rangka peringatan Hari Pohon sedunia, 21 November 2011, jejaring komunitas Jakarta berinisiatif untuk melakukan kegiatan bersama. Kegiatan yang dinamakan Nimbrung di Ciliwung merupakan ajang berkumpul komunitas yang mengerjakan berbagai isu mulai dari lingkungan, pendidikan hingga seni. Tidak hanya komunitas, kegiatan yang disiapkan panitia gabungan antar komunitas ini juga ingin mengajak warga Jakarta untuk ikut terlibat di dalamnya.

Nimbrung di Ciliwung dikemas dengan konsep wisata pendidikan. Materi pendidikan ramah lingkungan akan diberikan secara yang atraktif melalui dongeng dan diikuti dengan penerapannya seperti memilah sampah dan menanam salak condet. Selain mendapatkan informasi tentang gaya hidup ramah lingkungan, peserta juga dapat mencoba beberapa paket wisata yang ke depan akan dikembangkan di Ciliwung Condet, seperti jelajah kampung, jelajah Ciliwung dengan kano, menanam salak condet dan mencicipi aneka masakan tradisional khas Betawi.

Kini sudah saatnya usaha penyelamatan lingkungan dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Semakin beragamnya cara sosialisasi yang digunakan, tentu bisa menyasar kelompok masyarakat yang lebih luas lagi. Kepedulian warga akan kelestarian lingkungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal warga Jakarta untuk menghormati dan melestarikan Ciliwung serta potensi yang dimilikinya. (Hendra Aquan)

Jumat, 11 November 2011

Nimbrung di Ciliwung untuk Selamatkan Sungai Kita


Jakarta – Tahukah Anda, bahwa setiap tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Pohon. Peringatan ini memang belum begitu didengar seperti halnya Hari Bumi atau Hari Lingkungan. Berdasarkan pertimbangan ini, beberapa komunitas yang bergerak diisu lingkungan urban Jakarta mencoba mengenalkannya kepada warga jakarta.

Bertempat di Komunitas Ciliwung Condet (KCC) Balekambang, sekitar 10 perwakilan komunitas lingkungan Jakarta merencanakan kegiatan sebagai peringatan Hari Pohon Ke 10, komunitas tersebut antara lain berasal dari TRASHI, KCC, Koalisi Pemuda Hijau (KOPHI), Sampoerna School of Education (SSE), Teens Go Green (TGG), Jakarta Glue, Line Magic Community (LMC), KEHATI dan Komunitas Fotografer.

Kegiatan yang direncanakan akan dilangsungkan pada Minggu, 20 November 2011 ini mencoba mengemas peringatan hari lingkungan menjadi sesuatu yang menarik dan tidak membosankan. Atas dasar pertimbangan ini, beberapa komunitas yang terlibat mencoba mengajak komunitas jejaringnya untuk juga terlibat dalam kegiatan. Tidak hanya isu lingkungan saja, panitia gabungan juga mencoba memberikan nuansa yang berbeda, seperti melibatkan komunitas budaya, pendidikan dan tentunya seni.

Beberapa bocoran kegiatannya, para peserta akan disuguhkan sulap dan sesi khusus untuk mendengar pantun Betawi. Tidak ketinggalan, informasi gaya hidup ramah lingkungan mulai dari pengurangan sampah sampai dengan penyelamatan keanekaragaman hayati dapat diperoleh peserta di stand komunitas nantinya.

Semangat yang dibangun ini merupakan upaya beberapa komunitas di Jakarta untuk berjejaring dan melakukan aksi penyelamatan Ciliwung melalui berbagai cara. Tentunya cara yang ditempuh tidak harus melulu kampanye di jalan, tapi juga mengajak warga Jakarta untuk bermain langsung di tepi Ciliwung.

Peringatan Hari Pohon ini mengambil tema “Nimbrung di Ciliwung” Tema tersebut merupakan penyemangat dari jejaring kerja yang sedang dikembangkan di Ciliwung dari hulu sampai hilir. Sekarang sudah saatnya penyelamatan Ciliwung dilakukan oleh setiap orang yang peduli akan kelestariannya. Jadi tunggu apalagi? Kami tunggu kehadiran teman-teman untuk Nimbrung di Ciliwung.

Pelaksanaan Kegiatan:
Tema : Nimbrung @Ciliwung
Tag line : Berkumpul, Bermain, Bercerita, Berkreasi dan Belajar di Ciliwung
Hari, tanggal : Minggu, 20 November 2011
Waktu : 08.00 – 16.00 WIB
Kegiatan ini akan dilakukan dalam 2 sesi kegiatan besar. Sesi Launching Paket Wisata Ciliwung dan Sesi kedua adalah Kumpul-Kumpul Komunitas.

1. Sesi Launching Paket Wisata Ciliwung
Dalam sesi ini akan dilakukan launching Paket Wisata Ciliwung, yang terdiri dari:
  • Menanam bibit pohon
  • Kreasi daur ulang
  • Jelajah kampung Condet
  • Arung Ciliwung dengan perahu / kano
  • Pengelolaan sampah
  • Berkebun organic
  • Pengolahan sampah
  • Pengamatan burung & herpet
  • Fotografi
2. Sesi Kumpul-Kumpul Komunitas
Di sesi ini, setiap komunitas diharapkan terlibat untuk menampilkan kegiatan masing-masing komunitasnya. Untuk mempermudah peserta mendapatkan informasi, akan disiapkan booth sederhana. Setiap komunitas akan diberikan waktu, jika ada yang akan mengisi kegiatan di panggung utama ataupun workshop kecil di booth masing-masing. Berikut daftar komunitas dengan masing-masing rencana kegiatannya. Daftar ini masih bisa berubah disesuaikan dengan konfirmasi komunitas yang akan terlibat.
No
Lembaga
PIC
Kegiatan


1
KOPHI
Syn
  • Edukasi pemilahan sampah dalam 3 kategori
  • Sablon Kaos sendiri

2
KCC
Khodir
  • Arung Ciliwung dengan Kano
  • Menanam Salak
  • Pantun Betawi
  • Pengenalan Keragaman Hayati Condet
  • Blankon Condet

3
TRASHI
Ady
  • Pengamatan burung
  • Trash Buster (Aksi Mulung Sampah)

4
TGG
Putri
  • Survey Styrofoam
  • Penyebaran booklet
  • Kampanye foto

5
KEHATI
Putri
  • Sumbangan Buku untuk Doorprize

6
Green Camp Halimun
Suhud
  • Workshop Daur Ulang Kertas

7
SSE
Yosea
  • Pendidikan Lingkungan

8
LMC
Ucup
  • Sulap

9
Komunitas Talang
—
  • Reggae dari Barang Bekas

10
Earth Hour
—
  • Video Testimony

11
Komunitas Fotografi
Henry
  • Foto Kultur Indonesia
  • Workshop Fotografi

12
Komunitas Historia Indonesia (dalam konfirmasi)
Asep
  • Sejarah Masyarakat Bantaran Ciliwung Jakarta Tempo Dulu (Pemutaran Film)

13
Kelompok Ibu Condet
—
  • Bazaar Makanan Khas Condet



NB: Info lebih lanjut silahkan menghubungi Penggiat Jakarta Glue Sudirman Asun via email: sudirmanasun@yahoo.com

*) Penggiat Komunitas Transformasi Hijau (TRASHI)



Sabtu, 05 November 2011

Nimbrung di Ciliwung

Jumat, 4 November 2011. Tahukah Anda, bahwa setiap tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Pohon. Peringatan ini memang belum begitu didengar seperti halnya Hari Bumi atau Hari Lingkungan. Berdasarkan pertimbangan ini, beberapa komunitas yang bergerak diisu lingkungan urban Jakarta mencoba mengenalkannya kepada warga jakarta.

Bertempat di Komunitas Ciliwung Condet (KCC) Balekambang, sekitar 10 perwakilan komunitas lingkungan Jakarta merencanakan kegiatan sebagai peringatan Hari Pohon. Ke 10 komunitas tersebut antara lain berasal dari TRASHI, KCC, Koalisi Pemuda Hijau (KOPHI), Sampoerna School of Education (SSE), Teens Go Green (TGG), Jakarta Glue, Line Magic Community (LMC), KEHATI dan Komunitas Fotografer. 

Rapat Persiapan Kegiatan oleh Perwakilan Komunitas 
di Komunitas Ciliwung Condet (Foto: Hendra Aquan)

Kegiatan yang direncanakan akan dilangsungkan pada Minggu, 20 November 2011 ini mencoba mengemas peringatan hari lingkungan menjadi sesuatu yang menarik dan tidak membosankan. Atas dasar pertimbangan ini, beberapa komunitas yang terlibat mencoba mengajak komunitas jejaringnya untuk juga terlibat dalam kegiatan. Tidak hanya isu lingkungan saja, panitia gabungan juga mencoba memberikan nuansa yang berbeda, seperti melibatkan komunitas budaya, pendidikan dan tentunya seni.

Beberapa bocoran kegiatannya, para peserta akan disuguhkan sulap dan sesi khusus untuk mendengar pantun Betawi. Tidak ketinggalan, informasi gaya hidup ramah lingkungan mulai dari pengurangan sampah sampai dengan penyelamatan keanekaragaman hayati dapat diperoleh peserta di stand komunitas nantinya.

Semangat yang dibangun ini merupakan upaya beberapa komunitas di Jakarta untuk berjejaring dan melakukan aksi penyelamatan Ciliwung melalui berbagai cara. Tentunya cara yang ditempuh tidak harus melulu kampanye di jalan, tapi juga mengajak warga Jakarta untuk bermain langsung di tepi Ciliwung.

Peringatan Hari Pohon ini mengambil tema "Nimbrung di Ciliwung." Tema tersebut merupakan penyemangat dari jejaring kerja yang sedang dikembangkan di Ciliwung dari hulu sampai hilir. Sekarang sudah saatnya penyelamatan Ciliwung dilakukan oleh setiap orang yang peduli akan kelestariannya. Jadi tunggu apalagi? Kami tunggu kehadiran teman-teman untuk Nimbrung di Ciliwung. (Hendra Aquan)

Jumat, 04 November 2011

Ciliwung Goes To School (SMP Kanisius Jakarta dan SMKN 1 Bogor)

Kampanye dan Sosialisi Pentingnya Air dan Sungai Di Sekolah SMP Kanisius Menteng Jakarta (foto: Nana Raju)

Hari yang berbeda tidak seperti biasanya kami janjiaan bertemu dan berlegiatan di pinggir Sungai Ciliwung, memperoleh kesempatan ditawari untuk berkampanye dan sosialisasi di kelas depan murid-murid anak sekolah menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk ikut peduli terhadap penyelamatan atas kerusakan sungai- sungai di sekitar kita terutama Sungai ciliwung.

Walaupun dengan perasaan nervous sedikit gugup berbicara di depan ratusan murid- murid sekolah, saya dan teman-teman sangat gembira bisa bercerita banyak tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan yaitu “AIR”.

Pentingnya menyelamatkan Sungai Ciliwung karena sebagai pemasok bahan baku air PDAM dan sumber protein ikan walaupun kondisi sekarang dalam keadaan tercemar berat oleh limbah Industri, limbah cair maupun sampah rumah tangga dan terakumulasi di laut Teluk Jakarta sebagai pemasok konsumsi ikan Jabodetabek.

Banyak hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dilakukan siapa saja dalam penyelamatan sumber daya air terutama sungai seperti menghemat pengunaan air, menolak kemasan makanan STYROFOAM, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai buang, membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minuman sendiri dari rumah yang bisa diisi ulang, menanam pohon, membuat biopori/ sumur resapan mengurangi air hujan langsung terbuang menjadi air permukaan.

Bersama teman-teman Irma Dana, Henry Adam dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, Nana Raju dari Teens Go Green dan Ucup Apri Viries dan Cecil Juliana Priscilla Dewi dari Young Transformer (Transformasi Hijau) yang rutin mulung sampah di Sungai Ciliwung dan Hutan Mangrove Angke muara salah satu muara dari Sungai Ciliwung, pada bulan Oktober 2011 berkesempatan berkampanye dan sosialisasi penyelamatan sumber daya alam sungai atas undangan sekolah SMP Kanisius Menteng Jakarta Pusat dan SMKN 1 Kota Bogor.

Harapan kami semoga dengan membawa kepada anak-anak sekolah gambaran terkini dari kondisi Ciliwung yang kritis saat ini, timbul rasa kepeduliaan akan lingkungan sekitar mulai dari usia anak sekolah.

Mereka sebagai masa depan bangsa, mereka bisa belajar banyak dari kesalahan kesalahan pendahulu mereka, dan apabila mereka menjabat di pemerintahan bisa mengambil langkah dan kebijakan yang lebih konkrit dalam pelestariaan dan keberlangsungan sumber daya alam di Indonesia.

Terima kasih kami untuk SMP Kanisus Jakarta dan SMKN 1 Bogor
untuk Undangan kesempatan sosialisasi dan kampanye sungai di sekolah.

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2011/11/03/ciliwung-goes-to-school-smp-kanisius-jakarta-dan-smkn-1-bogor/

Kamis, 03 November 2011

Bermain di Monas Bareng Komunitas

Minggu, 30 Oktober 2011. TRASHI kembali meramaikan acara lingkungan yang kali ini digelar oleh Green Radio bersama PT. Astra International, tbk. Acara yang bertajuk "Go Green with Astra" ini bertujuan untuk menampilkan aksi nyata kepedulian lingkungan yang telah dilakukan oleh beberapa komunitas di Jakarta. Tidak kurang dari 10 komunitas lingkungan dan sosial mengisi stand di ajang pameran ini.

Warga Ciliwung Condet yang tergabung dalam KCC (foto: Wilda Hoste)

Pada kesempatan ini, TRASHI bersama Komunitas Ciliwung Condet (KCC) dan Green Camp Halimun (GCH) menampilkan kegiatan pelestarian ruang terbuka hijau Jakarta di bantaran Ciliwung. Stand bersama ini diramaikan oleh donasi hasil kreasi kertas daur ulang GCH, informasi ruang terbuka hijau Jakarta oleh TRASHI dan kegiatan konservasi salak Condet oleh KCC.

Untuk menambah semarak suasana, tidak lupa kami juga melibatkan anak-anak Condet dengan atraksi egrang mereka yang memukau. "Egrang adalah permainan tradisional warga Betawi bantaran Ciliwung Condet yang sampai saat ini masih dilestarikan keberadaannya" jelas Abdul Khodir penggerak KCC. 

Aksi ini cukup mengundang minat pengunjung untuk mampir dan mencoba egrang. "Ternyata susah juga ya main egrang, saya kira gampang lho" ujar salah satu pengunjung stand Ciliwung.

Pesan yang kami bawa dalam pameran kali ini, adalah untuk menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Jakarta yang semakin lama semakin ditinggalkan. "Salak Condet sekarang hanya bisa ditemui di Condet saja, dan populasinya semakin menurun dengan adanya alih fungsi bantaran Ciliwung sebagai pemukiman warga dan tempat sampah ilegal. Tidak itu saja, satwa khas Jakarta, Elang bondol, kini hanya bisa dijumpai di bus Transjakarta saja. Tekanan lingkungan yang semakin berat menyebabkan burung ini hanya bisa ditemui di Kepulauan Seribu. Jadi sudah saatnya kita sebagai generasi muda ikut menyelamatkan ruang terbuka hijau Jakarta beserta isinya" tambah Ady Kristanto Manajer Program TRASHI. (HD)

Minggu, 23 Oktober 2011

Dari Jakarta Turun ke Ciliwung Bogor

23 Oktober 2011


Kedung Badak|Kotahujan.com-Peduli kebersihan sungai bisa dilakukan siapa saja. Tak peduli siapa dan tinggal dimana, demikian halnya penduduk Jakarta. Banjir besar dan timbunan sampah di sungai membuat mereka tergerak untuk peduli dan menyelamatkan lingkungan. Utamanya sungai Ciliwung yang merupakan salah satu sungai besar yang mengalir dari Jawa Barat hingga kota Jakarta. Seperti halnya Sabtu (22/11) kemarin, KPC Bogor yang biasa mulung sampah di Ciliwung Bogor mendapatkan kunjungan warga Jakarta, mereka antara lain dari Karyawan Sucofindo, siswa Perguruan Islam Al-Izhar, dan SISPALA SMA 31 Jakarta.

Secara serentak pukul 08.00 WIB warga Jakarta ini turun kesungai, ikut memungut sampah an-organik yang berada di sungai Ciliwung, tak jauh dari komplek Kedung Badak Baru. Lebih dari 30 orang turun langsung bersama karung-karung sampah yang sudah disiapkan KPC sebelumnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak dengan sampah, agar sadar untuk mengetahui cara pengelolaan sampah yang benar dan tahu membuang sampah tersebut dimana. Pendidikan lingkungan di sekolah memang ada seperti pemilahan sampah akan tetapi agar lebih mengetahui keadaan dimasyarakat, sehingga siswa tidak hanya peduli di lingkungan sekolah akan tetapi dapat diterapkan di tempat tinggal merekan” jelas Gugum Prayoga guru Biologi SMA Al-Izhar.

Fasilitas yang kurang memadai dan stuktur sungai Ciliwung di Jakarta yang berlumpur berbeda dengan di Bogor, menjadi kendala Gugum untuk berpartisipasi menjaga kebersihan sungai di Jakarta, seperti yang dilakukan KPC Bogor.

“Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat sadar akan lingkungan dan dapat mempengaruhi teman-temannya untuk ikut dalam pengolahan sampah yang benar,” pungkas Gugum

Menurut Median salah satu siswa SMA Al-Izhar, untuk membuat lingkungan menjadi bersih sebenarnya hal yang mudah dengan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Akan tetapi menurutnya untuk membersihakan sungai Ciliwung di Jakart, dirinya tidak yakin dapat melakukannya.

“Gak yakin, ini sebenarnya masih agak ke hulu, agak ke hulunya sudah begini gimana kondisi di Jakarta, wah kanyaknya saya juga gak kuat nanti” tutur Median

Berbeda dengan Median, Angga salah satu Karyawan Scofindo merasa penduduk Jakarta sudah terlibat dalam pencemaran sungai di daerah hulu Ciliwung.

“Inikan di daerah hulu, tapi bukan di hulu banget. Hulunya di atas lagi di daerah puncak kemungkinan itu juga orang Jakarta kata saya yang membuang sampah kesungai membuat kotor daerah Bogor dan Jakarta,” jelas Angga

Informasi dan saling mempengaruhi untuk menjaga lingkungan dapat menjadi langkah yang efektif bagi Anga untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat sampah.

Semangat menjaga lingkungan juga terlihat saat siswa SISPALA SMA 31 Jakart ikut bersama terjun membersihkan sungai. Menurut Bayu salah satu siswa, Ciliwung bagaikan urat nadi sungai di Jakarta, peran generasi muda sangat penting untuk menjaga kebersihan sungai ini. Jika dilakukan di daerah Jakarta mereka, masih merasa “jijik” karena tampilan sungai Ciliwung di Jakarta sangat keruh.

“ Jujur aja sih agak sedikit geli, kotornya udah tercemar banget apalagi Ciliwung di Jakarta itu airnya benar-benar hitam, kena kulit aja mungkin sudah gatel-gatel”, jelas Bayu

Laporan Kontributor : Rinenggo Siwi
diambil dari : http://www.kotahujan.com/2011/10/dari-jakarta-turun-ke-ciliwung-bogor.html

Kamis, 20 Oktober 2011

Kelas Kreasi 'SMP Kanisius Goes To Tjiliwoeng'



Meminjam judul dari album foto di fb Biotiful Sungai Jakartaku (let's make dreams come true)Rabu, 19/10/2011 pada kegiatan 'SMP Kanisius Goes To Tjiliwoeng' Transformasi Hijau dan Green Camp Halimun membuka Kelas Kreasi buat siswa SMP Kanisius kelas 7 di Bantaran Sungai Ciliwung Condet. 

Pada kesempatan ini mereka membuat kertas daur ulang dari koran/ kertas bekas; membuat dan menghias kotak pensil, kreasi pin magnet dan gantungan kunci serta scrap paper tentang sungai. Hampir keseluruhan bahan dari koran bekas. 

Para siswa membawa koran bekas yang kemudian dikreasikan menurut versi masing-masing. Kotak pensil yang terbuat dari kertas daur ulang, di buat sesuai garis yang telah ada, di lem kemudian dihias. 
Pin Magnet dan Gantungan HP yang dibuat dari bubur kertas yang dicetak bulat, di kreasikan dengan mengambil gambar/ tulisan dari koran bekas, kemudian diwarnai dengan menggunakan krayon. 
Sedangkan scrap paper kali ini mengambil tema "kondisi sungai dalam benakku".
Menurut guru mereka,  hasil kreasi ini akan dipamerkan dalam eksposisi sekolah, Jum'at ini. 

Mari berkreasi...

P.S. sisa koran dan sampah2 kreasinya kemudian akan diolah jadi kertas daur ulang oleh teman-teman Green Camp Halimun.




Selasa, 05 April 2011

Susur Ciliwung Lanjutan Jembatan Gadog-Baranangsiang kota Bogor, Menikmati Eksotiknya Grand Canyon Ciliwung

Grand Canyon Ciliwung - KPC Bogor
Sabtu, 2 April 2011. Susur Ciliwung ini merupakan lanjutan rangkaian agenda kegiatan KPC Bogor untuk mendata aliran sungai Ciliwung dari hulu (mata air Telaga Warna) sampai hilir (muara Teluk Jakarta) yang dilakukan secara estafet. 

Rute yang sudah terselesaikan antara lain:
1. Telaga Warna - Cibuliar (8 Januari 201)
2. Cibuliar - Taman Wisata Matahari Cisarua (9 Januari 2011)
3. Taman Wisata Matahari - Jembatan Gadog (12 Februari 2011)
4. Jembatan Gadog selesai di kelurahan Baranangsiang Kota Bogor (2 April 2011)

Susur sungai sendiri terbuka untuk umum dengan partisipasi perorangan dan dilakukan dengan jalan kaki santai sambil menikmati pemandangan. Selama susur sungai ini dilakukan pengambilan sampel biota sungai, pencatatan koordinat dengan GPS, pengambilan foto dan catatan berdasarkan keterangan dari informasi dan interaksi dengan penduduk lokal yang memanfaatkan sungai seperti petani, pemancing, anak yang bermain di sungai. Pendataan yang dilakukan meliputi titik pembuangan sampah, kampung yang dilewati, titik mata air, titik air buangan, pertemuaan sungai, delta, jembatan, irigasi serta pemanfaatan sungai lainnya.

Rute Ciliwung yang dilewati pada susur ini yaitu Kampung Gadog Desa Pandan Sari, Kampung Bendei Desa Pandan Sari, Pintu Air Katulampa, Kelurahan Tajur, dan selesai di Kelurahan Baranangsiang Kota Bogor.

Di Desa Pandan Sari sampai Katulampa walaupun sungainya cukup asri karena kebanyakan melewati daerah kebun dan persawahan, kami  menemukan beberapa titik gunung sampah rumah tangga dan banyak titik tempat pembuangan polybag blog jamur dari petani jamur sepanjang bantaran sungai.

Setelah Bendungan Katulampa sampai Tajur kita disuguhkan daerah sungai yang saya anggap sangat eksotik dan indah, seperti bagian Ciliwung yang hilang, yang luput dari perhatian orang. Daerah sungai yang landscape nya mirip pemandangan Grand Canyon, bantaran sungai dengan ngarai yang tinggi (sekitar 12 meteran) dan terjal serta badan sungai yang terdiri dari batu karang dari jenis batuan sedimentasi terkikis secara alami membentuk karya seni alam yang memukau.

Yang sangat saya sayangkan pada bagian indah di kelurahan Tajur ini banyak dijadikan tempat pembuangan sampah dari pemukiman padat penduduk daerah Tajur. Dengan dasar sungai yang tidak terlihat dari pemukiman karena tingginya bantaran, menjadikan sungai menjadi tempat favorit pelemparan sampah. Sampai-sampai ada landasan khusus yang dibuat sedemikiaan rupa sebagai tanda berupa lantai dari semen untuk tempat peluncuran bungkusan sampah ke bawah sungai. 

Hal yang sama juga dilakukan oleh Dinas Kebersihan Kelurahan yang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat pembuangan. Hal ini terlihat dari gerobak sampah yang diparkir di daerah peluncuran sampah tersebut. Memang pada beberapa bagian di kelurahan Tajur ini mulai dilakukan pencegahan untuk warga membuang sampah di sungai, terlihat dari taman-taman yang mulai dibangun di sekitar bantaran sungai, serta banyaknya tulisan larangan membuang sampah di sungai yang dikutip dari PERDA dengan ancaman yang menggelegar dan muluk. Menurut saya, ini hanya berfungsi sebatas slogan dan lips service doang tanpa ada penegakan hukumnya.

Menjadi tidak arif kalau kita cuman mengharapkan Pemda dengan sistem pengolahan sampah secara sentralisasi dan terpusat ke Tempat Pembuangan Akhir yang jelas terbatas karena jarak, tempat dan anggaran. Harus ada terobosan menajemen sampah dengan sistem desentralisasi dan pengolahan sampah mandiri. Semangat "Sampah bukan lagi menjadi masalah, sampah menjadi berkah" harus segera diterapkan dengan pemberdayaan masyarkat secara ekonomi, sosial dan budaya.

Susur sungai berakhir pada daerah Ciliwung Kelurahan Baranangsiang dan akan dilanjutkan pada susur berikutnya.(Sudirman Asun - Jakarta Glue)