Jumat, 03 Februari 2012

Memelihara Sungai Mewariskan Kebenaran


“Anak-anak adalah inspirasi, kekuatan, harapan dan masa depan kita semua. Apa yang kita tanam kepada diri mereka, itulah yang akan kita tuai di masa yang akan datang.” hal itulah yang saya rasakan ketika Sabtu kemarin, Tanggal 10 September 2011 ketika mengikuti kegiatan mulung sampah yang diadakan rutin setiap Sabtu oleh Komunitas Peduli Ciliwung.

Anak-anak kecil itu seperti menjadi energi baterai dan semangat baru bagi saya, tidak seperti beberapa teman-teman Komunitas Peduli Ciliwung yang penuh semangat idealis, sering saya merasa kegiatan mulung sampah membersihkan sungai adalah hal sia-sia seperti dalam tulisan saya Orang-orang “Gila” Ciliwung..

Pagi itu kegiatan mulung mengambil titik sungai di Ciliwung Pulogelis, Kelurahan Baranangsiang Kota Bogor. Dari Jakarta dengan terkantuk-kantuk dipaksa untuk bangun pagi, saya bergegas mengejar kereta api karena kegiatan diadadakan mulai jam 08.00.
Sesampai di lokasi jam 08.30, karena terlambat di lokasi, saya telah menjumpai kumpulan manusia bergerombol di tepian sungai.

Segera saya bergabung dan mengambil peralatan karung untuk mulai memungut sampah-sampah anorganik seperti sampah bungkusan plastik yang berserakan di batu-batu tepian sungai.

Beberapa wajah yang hadir memang sudah akrab bagi saya yaitu teman-teman komunitas. Tetapi perhatian saya tercuri oleh seorang ibu muda yang diikuti anak perempuan kecil masing-masing membawa karung sendiri, mereka selangkah demi selangkah terlihat sangat menikmati memungut bungkusan sampah plastik dan memasukannya ke dalam karung.

Dengan sarung tangan dan topi lebar yang menaungi dari teriknya matahari pagi itu, mereka tampak tidak canggung mengumpulkan sampah.

Kemudian saya sempatkan diri berkenalan dengan mereka dan baru tau ibu muda itu bernama Dina dan anaknya bernama Jelita (5 tahun). Awalnya saya mengira ibu tersebut adalah kenalan atau teman dari Komunitas, terakhir saya baru tau bahwa teman-teman saya juga baru mengenalnya di lokasi. Bu Ida mengetahui kegiatan mulung sampah ini dari informasi jejaring sosial Twitter @tjiliwoeng. akun Komunitas Peduli Ciliwung.

Seorang ibu yang tinggal di tengah Kota Bogor yang cukup jauh dari Sungai Ciliwung, datang cuman berdua dan mengajarkan kepada anaknya yang masih bersekolah PAUD untuk mencintai dan merawat sungai, Wouwww…! ini sangat luar biasa bagi saya.

Hal lain yang sangat menarik bagi saya adalah bagaimana anak-anak Pulogelis yang masih berseragam sekolah tanpa dikomando, ikut partisipasi membantu mengumpulkan sampah di sungai yang masih merupakan tempat halaman bermain mereka sehari-hari karena terbatasnya lahan bermain. Pulogelis sendiri merupakan sebuah perkampungan tua dan padat di sebuah delta/pulau yang cukup besar di tengah Sungai Ciliwung Kota Bogor.

Walaupun pertama mereka terlihat malu-malu mendekati kami, dalam hitungan menit dengan sendirinya mereka ikut mengambil karung yang disediakan dan mulai ikut memunguti sampah. Cukup banyak sampah yang berhasil dikumpulkan mereka, sampai…. seorang anak perempuan teman mereka berteriak dari atas, “MASUK…..!”.

Sambil saling mengungam “masuk woi., masuk woi..”, bergegas mereka meletakan karung masing-masing dan berlarian menapaki tangga ke atas menuju sekolah mereka AL-Muwanah Pulogelis, nama sekolah yang saya baca dari tulisan di belakang seragam yang mereka pakai. Melihat kejadian ini membuat kami tertawa terpingkal-pingkal, rupanya masih jam sekolah mereka, tapi berselang kurang dari satu jam, mereka kembali turun ke bawah ikut memulung sampah lagi, mungkin lagi jam istirahat mereka.

Kejadian ini bagi saya seperti cerita dongeng seekor monyet yang mencoba meniru hal yang dilakukan manusia, anak-anak adalah peniru ulung.

Baik atau buruk yang kita lakukan akan dicontoh oleh mereka, jadi apabila kita sebagai orang tua ingin anak kita menjadi orang baik, berprilakulah baik di depan mereka, biarkan kita bisa menjadi teladan dan inspirasi bagi mereka.

Jadi… Mari Berbuat…..!
(Memelihara Sungai Mewariskan Kebenaran)

Kearifan yang saya kutip dari Bang Kodir Komunitas Ciliwung Condet


Tulisan dan Foto : Sudirman Asun - Komunitas Ciliwung Condet 
Sumber tulisan: http://bit.ly/AbH1BG


Titik mulung sampah di Delta Pulogelis Kelurahan Baranangsiang Kota Bogor.
Titik mulung sampah di Delta Pulogelis Kelurahan Baranangsiang Kota Bogor.
Seorang ibu muda yang diikuti anak perempuan kecil masing-masing membawa karung sendiri, mereka selangkah demi selangkah terlihat sangat menikmati memungut bungkusan sampah plastik dan memasukannya ke dalam karung.
seorang ibu muda yang diikuti anak perempuan kecil masing-masing membawa karung sendiri, mereka selangkah demi selangkah terlihat sangat menikmati memungut bungkusan sampah plastik dan memasukannya ke dalam karung.
Murid murid dari sekolah AL-Muwanah Pulogelis
Murid murid dari sekolah AL-Muwanah Pulogelis
Lets Clean Up Our River
Let
Anak-anak adalah inspirasi, kekuatan, harapan dan masa depan kita semua. Apa yang kita tanam kepada diri mereka, itulah yang akan kita tuai di masa yang akan datang.
Anak-anak adalah inspirasi, kekuatan, harapan dan masa depan kita semua. Apa yang kita tanam kepada diri mereka, itulah yang akan kita tuai di masa yang akan datang.
Harapan yang sama seperti kami, mereka berhak menuntut kita untuk diwariskan sungai yang lestari.
Harapan mereka yang sama seperti kami, mereka berhak menuntut kita untuk diwariskan sungai yang lestari.
Baik atau buruk yang kita lakukan akan dicontoh oleh mereka
Baik atau buruk yang kita lakukan akan dicontoh oleh mereka
seorang anak perempuan teman mereka berteriak dari atas MASUK.....!. Sambil saling mengungam masuk woi., masuk woi.. bergegas mereka meletakan karung masing-masing dan berlarian menapaki tangga ke atas menuju sekolah mereka AL-Muwanah Pulogelis
seorang anak perempuan teman mereka berteriak dari atas
Hasil buruan sampah yang terkumpul hampir mencapai 30 karung
Hasil buruan sampah yang terkumpul hampir mencapai 30 karung
Sepetak sungai bersih setelah di mulung sampahnya.
Sepetak sungai bersih setelah di mulung sampahnya, andai yang membantu mulung lebih banyak lagi

2 komentar:

  1. Sungguh saya pingin belajar mengadakan serupa ini di tempat kami mas.... kasih tahu cara dan mekanisme mengadakan acaranya ya...

    BalasHapus
  2. Sungguh saya pingin belajar mengadakan serupa ini di tempat kami mas.... kasih tahu cara dan mekanisme mengadakan acaranya ya...

    BalasHapus