
Tapi seperti
biasa. Tentu ini juga adalah sebuah pilihan; apakah membiarkannya terbengkalai
begitu saja sampai ditumbuhi semak belukar dan rumput tinggi-tinggi, melakukan
perombakan dengan mengaspalnya dan menjadikan halaman belakang itu sebagai
tempat jemuran sekaligus tempat parkir sepeda motor, atau menanaminya dengan
berbagai tumbuhan.
Syukur,
pilihan kami 12 tahun lalu adalah yang terakhir disebutkan, mengingat
pengertian “nikmat” bagi kami sejak dulu adalah sebuah kesederhanaan makan di
rerumputan atau di bawah pohon alias ruang terbuka.
Bagi kami, terutama pasukan sepupu, halaman belakang
menjadi tempat favorit untuk sekedar duduk-duduk saja. Tempat kami menyapu atau
memunguti daun yang berjatuhan, tempat kami bermain, dan tempat kami melahap
makanan yang semuanya kami keluarkan dari dalam rumah; biasanya berupa tahu dan
tempe goreng, jeruk, keripik, peyek, kue sisa lebaran, ataupun risol pemberian
tetangga.
![]() |
serbuan besar-besaran |
Kadang kami
melakukan rencana untuk membuat pesta kebun kecil. selengkapnya...
diambil dari blog Yulia Endah S.; rumahijaubelokiri.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar